![]() |
Nitrogen (N) dan fosfor (P) merupakan
suatu unsur hara makro yang memiliki peran penting bagi tanaman. Keberadaan
nitrogen dan fosfor sangat diperlukan tanaman untuk proses pertumbuhannya.
Kadar nitrogen dan fosfor dalam tanah juga mempengaruhi tingkat kesuburan tanah
tersebut. Biasanya, untuk tanah yang ditanami tumbuhan diberi pupuk NPK untuk
memacu kesuburan dan pertumbuhan tanaman. Pemupukan yang dilakukan harus seimbang
berdasarkan kemampuan tanah menyediakan hara dan kebutuhan tanaman akan unsur
hara tersebut.
Nitrogen pada umumnya diperlukan
untuk pembentukan bagian-bagian vegetatif tanaman seperti batang, daun dan
akar. Nitrogen dalam bentuk nitrat (NO3) dan amonium akan diserap
oleh akar tanaman. Fungsi nitrogen lainnya bagi tanaman adalah meningkatkan
kadar protein dalam tubuh tanaman, meningkatkan kualitas tanaman, serta
meningkatkan perkembangbiakan mikroorganisme-mikroorganisme dalam tanah.
Apabila tanaman kekurangan nitrogen maka daunnya akan berwarna hijau
kekuning-kuningan dan tanaman tumbuh kerdil. Nitrogen merupakan hara esensial
yang berfungsi sebagai bahan penyusun
asam-asam amino, protein dan khlorofil yang penting dalam proses fotosintesis serta bahan penyusun komponen inti sel.
.
Kandungan unsur N yang rendah dapat menimbulkan daun penuh dengan serat, hal
ini dikarenakan menebalnya membran-sel daun sedangkan selnya sendiri berukuran
kecil-kecil. Kadar nitrogen perlu dikontrol agar tidak terlalu berlebihan
karena apabila terlalu banyak justru akan menghambat pertumbuhan tanaman
tersebut seperti terhambatnya pembungaan dan pembuahan. Karena sifat pupuk N
yang umumnya mobile, maka untuk mengurangi kehilangan N karena pencucian maupun
penguapan, sebaiknya N diberikan secara bertahap (Komalasari dan Fauziah,
2009).
Fosfor
didalam tanah dapat digolongkan dalam 2 bentuk, yaitu bentuk organis dan bentuk
anorganis. Di dalam tanah fungsi P terhadap tanaman adalah sebagai zat
pembangun dan terikat dalam senyawa-senyawa organis. Dan sebaliknya hanya
sebagian kecil saja yang terdapat dalam bentuk anorganis sebagai ion-ion
fosfat. Fungsi fosfat dalam tanaman adalah dapat mempercepat pertumbuhan akar
semai, mempercepat pertumbuhan tanaman, meningkatkan produk biji-bijian dan
dapat memperkuat tubuh tanaman padi-padian sehingga tidak mudah
rebah, memperkuat pertumbuhan tanaman muda menjadi dewasa, memperceta
pembungaan dan pemasakan buah.
Unsur fosfor diperlukan dalam jumlah lebih sedikit
dari pada unsur nitrogen. Fosfor diserap oleh tanaman dalam bentuk apatit
kalsium fosfat (Martani dan Margino, 2005). Fungsi dari fosfor dalam tanaman
untuk mempercepat pertumbuhan akar semai, dapat mempercepat serta memperkuat pertumbuhan
tanaman muda menjadi dewasa pada umumnya, dan mempercepat pembungaan dan
pemasakan buah dan biji. Tanaman jagung mengadsorbsi
P dalam jumlah relatif sedikit dari pada absorbsi hara N dan K. Pola akumulasi
P tanaman jagung hampir sama dengan akumulasi hara N. Pada fase pertumbuhan
akumulasi P sangat lambat, namun setelah berumur 4 minggu meningkat dengan
cepat. Konsentrasi P dalam daun terus menurun dengan waktu sedangkan konsentrasi
P dalam batang cukup besar dan hara P terdapat dalam biji (Sutedjo, 2002).
Daftar Pustaka
Komalasari, O dan K. Fauziah. 2009.
Pengaruh kualitas biji pada berbagai taraf pemupukan nitrogen terhadap vigor
benih jagung. Prosiding Seminar Nasional.Balai Penelitian Tanaman Sereal Maros.
Martani dan Margino. 2005. Penambatan
Nitrogen oleh Rhizobium. Universitas Sumatera Utara. Medan.
Sutedjo, M.M.,
2002. Pupuk dan Cara Pemupukan. Rineka Cipta, Jakarta.




0 komentar:
Posting Komentar