Pages

Minggu, 23 April 2017

Cahaya dan Pengaruhnya terhadap Unggas



Peningkatkan penggunaan cahaya pada ayam broiler dapat mempercepat kematangan seksual dan merangsang pertumbuhan secara cepat. Intensitas cahaya dan lamanya pencahayaan tergantung pada usia dan kondisi fisiologis dari populai ternak tersebut. Warna cahaya merupakan aspek utama pemberian cahaya. Hal ini ditentukan oleh panjang gelombang yang berpengaruh pada kinerja unggas. Cahaya dari panjang gelombang yang berbeda (400-700 nm) memiliki berbagai efek stimulasi pada retina dan dapat mengakibatkan perubahan perilaku yang akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan ayam. Karena perbedaan dalam persepsi spektrum cahaya dari warna cahaya yang berbeda dengan sel kerucut retina, warna tersebut menunjukkan sejauh mana ayam merangsang sel-sel ini. Baru-baru ini, Light Emitting Diode (LED) lampu sudah tidak asing digunakan dalam peternakan ayam broiler karena efisiensi energinya tinggi, masa operasi lama, ketersediaan panjang gelombang berbeda, konsumsi listrik rendah dan biaya pemeliharaan murah. Efek cahaya monokromatik yang dihasilkan oleh lampu LED pada kinerja dan produksi daging dari spesies unggas yang berbeda kini telah diselidiki pada skala besar. Lampu LED tersedia dalam berbagai warna yang berbeda, hal tersebut menunjukkan adanya perbedaan hasil mengenai dampak warna cahaya yang berbeda pada kinerja ayam. LED memiliki banyak manfaat dan karakteristik atas perangkat pencahayaan konvensional lainnya untuk digunakan pada peternakan unggas. Mengingat peran LED di industri unggas modern, ulasan ini telah diasah untuk terutama berfokus pada perbandingan manfaat LED sebagai sumber cahaya lebih dibandingkan cahaya lainnya, perannya pada kesejahteraan ayam broiler, perilaku dan kinerja pertumbuhan.
Penggunaan cahaya secara kontinyu dibandingkan dengan cahaya intermiten dikaitkan dengan perilaku abnormal dan agresifitas ayam broiler sehingga menyebabkan ketidaknyamanan. LED bisa membantu untuk mengeksplorasi respon ayam broiler dalam rentang cahaya yang berbeda untuk biaya yang lebih efektif dan dapat digunakan secara berkelanjutan pada produksi unggas. Berbagai cahaya monokromatik yang dihasilkan dari lampu LED diantaranya warna merah, biru, dan hijau. Warna cahaya telah dianggap sebagai alat manajemen yang kuat yang dapat digunakan untuk mengurangi beberapa stress pada ayam broiler oleh berbagai respon fisiologis, imunologi dan perilaku. Kinerja broiler dapat dipengaruhi oleh spektrum cahaya. Ayam broiler yang terkena lampu merah dapat mempertahankan karakteristik normal hidup kinerja dan memiliki kinerja reproduksi sebanding dengan yang diperoleh pada ayam yang dipelihara di bawah sinar matahari dilengkapi dengan full-spectrum lampu fluorescent fl kecuali untuk percepatan dalam pematangan seksual. Sedangkan ayam broiler yang terkena lampu hijau dapat meningkat bobot lemak abdominalnya. Hal ini diduga ayam broiler yang menerima cahaya hijau relatif lebih pasif dan tidak banyak melakukan aktivitas harian. Ayam broiler lebih banyak diam dan respons dari lingkungan ditanggapi dengan lambat. Diasumsikan ayam broiler yang menerima cahaya hijau memanfaatkan pakan yang masuk ke dalam tubuh untuk pemeliharaan, dan energi yang tersisa akan disimpan dalam bentuk lemak. Broiler yang dipelihara di bawah sinar biru atau hijau secara signifikan lebih berat daripada yang dipelihara di bawah lampu merah atau putih.
Beberapa studi menunjukkan bahwa cahaya biru yang ditandai dengan panjang gelombang pendek tampaknya merangsang pertumbuhan broiler pada akhir siklus produksi (27 - 49 hari) tanpa efek signifikan pada total konsumsi pakan, rasio konversi makanan dan atau angka kematian. Ia juga memiliki peran penting dalam mengurangi stress, mengurangi rasa takut, modulasi respon stress dan telah disarankan untuk memberikan efek tenang pada ayam broiler. Spektrum monokromatik biru positif mempengaruhi tingkat pertumbuhan ayam broiler. Peningkatan pertumbuhan ini mungkin karena ketinggian androgen plasma yang meningkatkan sintesis protein dan mengurangi kerusakan, akibatnya mempertahankan miofibril dan pertumbuhan otot. Cahaya monokromatik biru juga dapat meningkatkan kualitas dan antioxidation otot, yang meningkatkan bobot badan akhir broiler pada tahap akhir dari pertumbuhan. Penurunan berat badan setelah transportasi pada ayam broiler yang dipelihara di bawah cahaya biru lebih rendah dibandingkan dengan yang dibesarkan di bawah lampu merah atau putih. Hal ini mungkin karena ayam broiler menjadi kurang aktif, tenang dan memiliki usus halus yang berkembang dengan baik yang menunjukkan penyerapan pakan yang baik. berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa cahaya monokromatik biru dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif dalam budidaya ayam broiler untuk memperbaiki kualitas lemak dan bobot badannya.

DAFTAR PUSTAKA

Mohamed, R. A., M. M. Eltholth, and N. R. El-Saidy. 2014. Rearing broiler chickens under monochromatic blue light improve performance and reduce fear and stress during pre-slaughter handling and transportation  Biotechnology in Animal Husbandry 30 (3): 457-471.

Nirat, G and P Guntapa. 2012. Effects of red light illumination on productivity, fertility, hatchability and energy efficiency of thai indigenous hens. Kasetsart Journal (Nat. Sci.) Vol. 46 : 51 – 63.

Olanrewaju, H. A., J. P. Thaxton, W. A., Dozier, J. Purswell, W. B. Roush, and S. L. Branton. 2006. A review of lighting program for broiler production. International Journal Poultry Science Vol. 5: 301 - 308.

Parvin, R., M.M.H. Mushtaq, M.J. Kim and H.C. Choi. 2014. Light Emitting Diode (LED) as a source of monochromatic light: a novel lighting approach for behaviour, physiology and welfare of poultry. World’s Poultry Science Journal Vol. 70:  543 – 556.

Svobodová1, J., E. Tůmová, E. Popelářová, and D. Chodová. 2015. Effect of light colour on egg production  and egg contamination. Czech J. Anim. Science 60 (12): 550–556.
 

0 komentar:

Posting Komentar