Peningkatkan
penggunaan cahaya pada ayam broiler dapat mempercepat kematangan seksual dan merangsang
pertumbuhan secara cepat. Intensitas cahaya dan lamanya pencahayaan tergantung
pada usia dan kondisi fisiologis dari populai ternak tersebut. Warna cahaya merupakan
aspek utama pemberian cahaya. Hal ini ditentukan oleh panjang gelombang yang
berpengaruh pada kinerja unggas. Cahaya dari panjang gelombang yang berbeda
(400-700 nm) memiliki berbagai efek stimulasi pada retina dan dapat
mengakibatkan perubahan perilaku yang akan mempengaruhi pertumbuhan dan
perkembangan ayam. Karena perbedaan dalam persepsi spektrum cahaya dari warna
cahaya yang berbeda dengan sel kerucut retina, warna tersebut menunjukkan sejauh
mana ayam merangsang sel-sel ini. Baru-baru ini, Light Emitting Diode (LED) lampu sudah tidak asing digunakan dalam
peternakan ayam broiler karena efisiensi energinya tinggi, masa operasi lama,
ketersediaan panjang gelombang berbeda, konsumsi listrik rendah dan biaya
pemeliharaan murah. Efek cahaya monokromatik yang dihasilkan oleh lampu LED
pada kinerja dan produksi daging dari spesies unggas yang berbeda kini telah
diselidiki pada skala besar. Lampu LED tersedia dalam berbagai warna yang
berbeda, hal tersebut menunjukkan adanya perbedaan hasil mengenai dampak warna
cahaya yang berbeda pada kinerja ayam. LED memiliki banyak manfaat dan karakteristik
atas perangkat pencahayaan konvensional lainnya untuk digunakan pada peternakan
unggas. Mengingat peran LED di industri unggas modern, ulasan ini telah diasah untuk
terutama berfokus pada perbandingan manfaat LED sebagai sumber cahaya lebih
dibandingkan cahaya lainnya, perannya pada kesejahteraan ayam broiler, perilaku
dan kinerja pertumbuhan.
Penggunaan
cahaya secara kontinyu dibandingkan dengan cahaya intermiten dikaitkan dengan
perilaku abnormal dan agresifitas ayam broiler sehingga menyebabkan ketidaknyamanan.
LED bisa membantu untuk mengeksplorasi respon ayam broiler dalam rentang cahaya
yang berbeda untuk biaya yang lebih efektif dan dapat digunakan secara berkelanjutan
pada produksi unggas. Berbagai cahaya monokromatik yang dihasilkan dari lampu
LED diantaranya warna merah, biru, dan hijau. Warna cahaya
telah dianggap sebagai alat manajemen yang kuat yang dapat digunakan untuk
mengurangi beberapa stress pada ayam broiler oleh berbagai respon fisiologis,
imunologi dan perilaku. Kinerja broiler dapat dipengaruhi oleh spektrum cahaya.
Ayam broiler yang terkena lampu
merah dapat mempertahankan karakteristik normal hidup kinerja dan memiliki
kinerja reproduksi sebanding dengan yang diperoleh pada ayam yang dipelihara di
bawah sinar matahari dilengkapi dengan full-spectrum lampu fluorescent fl
kecuali untuk percepatan dalam pematangan seksual. Sedangkan ayam broiler yang
terkena lampu hijau dapat meningkat bobot lemak abdominalnya. Hal ini diduga ayam
broiler yang menerima cahaya hijau relatif lebih pasif dan tidak banyak
melakukan aktivitas harian. Ayam broiler lebih banyak diam dan respons dari
lingkungan ditanggapi dengan lambat. Diasumsikan ayam broiler yang menerima
cahaya hijau memanfaatkan pakan yang masuk ke dalam tubuh untuk pemeliharaan,
dan energi yang tersisa akan disimpan dalam bentuk lemak. Broiler
yang dipelihara di bawah sinar biru atau hijau secara signifikan lebih berat
daripada yang dipelihara di bawah lampu merah atau putih.
Beberapa studi
menunjukkan bahwa cahaya biru yang ditandai dengan panjang gelombang pendek
tampaknya merangsang pertumbuhan broiler pada akhir siklus produksi (27 - 49
hari) tanpa efek signifikan pada total konsumsi pakan, rasio konversi makanan
dan atau angka kematian. Ia juga memiliki peran penting dalam mengurangi stress,
mengurangi rasa takut, modulasi respon stress dan telah disarankan untuk memberikan
efek tenang pada ayam broiler. Spektrum monokromatik biru positif mempengaruhi
tingkat pertumbuhan ayam broiler. Peningkatan pertumbuhan ini mungkin karena
ketinggian androgen plasma yang meningkatkan sintesis protein dan mengurangi
kerusakan, akibatnya mempertahankan miofibril dan pertumbuhan otot. Cahaya monokromatik
biru juga dapat meningkatkan kualitas dan antioxidation otot, yang meningkatkan
bobot badan akhir broiler pada tahap akhir dari pertumbuhan. Penurunan berat
badan setelah transportasi pada ayam broiler yang dipelihara di bawah cahaya biru
lebih rendah dibandingkan dengan yang dibesarkan di bawah lampu merah atau
putih. Hal ini mungkin karena ayam broiler menjadi kurang aktif, tenang dan
memiliki usus halus yang berkembang dengan baik yang menunjukkan penyerapan
pakan yang baik. berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa cahaya
monokromatik biru dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif dalam budidaya ayam
broiler untuk memperbaiki kualitas lemak dan bobot badannya.
DAFTAR PUSTAKA
Mohamed,
R. A., M. M. Eltholth, and N. R. El-Saidy. 2014. Rearing broiler chickens under
monochromatic blue light improve performance and reduce fear and stress during
pre-slaughter handling and transportation
Biotechnology in Animal Husbandry 30 (3): 457-471.
Nirat,
G and P Guntapa. 2012. Effects of red light illumination on productivity,
fertility, hatchability and energy efficiency of thai indigenous hens. Kasetsart
Journal (Nat. Sci.) Vol. 46 : 51 – 63.
Olanrewaju,
H. A., J. P. Thaxton, W. A., Dozier, J. Purswell, W. B. Roush, and S. L.
Branton. 2006. A review of lighting program for broiler production. International
Journal Poultry Science Vol. 5: 301 - 308.
Parvin,
R., M.M.H. Mushtaq, M.J. Kim and H.C. Choi. 2014. Light Emitting Diode (LED) as
a source of monochromatic light: a novel lighting approach for behaviour,
physiology and welfare of poultry. World’s Poultry Science Journal Vol. 70: 543 – 556.
Svobodová1,
J., E. Tůmová, E. Popelářová, and D. Chodová. 2015. Effect of light colour on
egg production and egg contamination. Czech
J. Anim. Science 60 (12): 550–556.



0 komentar:
Posting Komentar